Filosofi Hujan


Filosofi Hujan

Bulan April 2015 ini sedang ramai film filosofi kopi,
karena saya tidak telalu suka kopi, jadi saya buat filosofi hujan.
menurut versi saya sendiri
heheeeee

Sebernya saya bingung mau nulis apa tentang hujan.
tapi waitttt, jangan berpaling dulu dari tulisan ini.
krik krik krik.. duhhhh


Hujan jatuh tak memilih tempat

Dia tidak membedakan ataupun pilih kasih
Entah di genting, taman yang indah, gurun, lautan, kebun
Butirnya memberikan kesegaran diseluruh permukaan bumi
Kita sebagai manusiapun tidak akan memilih,
dilahirkan dengan orang tua seperti apa, lingkungan seperti apa,
warna kulit hitam atau putih,
rambut ikal atau lurus
badan tinggi atau pendek,
postur gemuk atau kurus.
Yang pasti, DIA akan memberikan perubahan
Begitu juga dengan kita, yang harus selalu melakukan perubahan ke arah yg lebih baik

Bunyi jatuhnya yang berirama

Karena hujan jatuh selalu di tempat yang berbeda,
dia akan menghasikan bunyi yang berbeda di mana dia jatuh.
Memberikan warna, irama, ketenangan bagi yang menikmatinya.
dan ini sungguh ciptaan Allah yang indah.

Pelangi

kalo orang bilang,
gajah mati meninggalkan gading,
manusia mati meninggalkan nama,
hujan mati, meninggalkan pelangi
hehehe, pemaksaan banget  pepatahnya.
Hujan yang terkadang dianggap sebagai musibah atau pengharapan,
dia selalu memberikan akhir yang bahagia.
dan badai pasti berlalu #ehhhh
Beusaha lebih baik adalah kewajiban.
Nikmati dan syukuri yang ada sekarang,
Cintai orang disekitarmu.

No comments:

Post a Comment